Jumat, 13 Februari 2009

Warga Tak Menyangka Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Shabu


Jumat, 13/02/2009 16:01 WIBWarga Tak Menyangka Rumah Kontrakan Jadi Pabrik ShabuMuhammad Aminudin - detikSurabaya
Barang bukti/M Aminudin

Surabaya - Penggerebekan rumah di Perumahan Sawojajar II Jalan Cucakrawun I No 8 G-2 Malang mengejutkan warga sekitar. Pasalnya rumah yang dijadikan home industry itu baru dihuni sebulan oleh NG, DD dan istri serta tiga anaknya.Rumah tipe 36 itu dikontrakkan oleh pemiliknya, Ifan (45) yang kini berada di luar Jawa seharga Rp 3 juta dalam sebulan.Dari pantauan detiksurabaya.com di dalam rumah lengkap barang-barang perabotan rumah tangga, dari tape compo, lemari es, dua kamar tidur dengan tempat tidurnya. Diduga para tersangka memproduksi shabu-shabu di dua tempat tersebut. Karena semua barang bukti ditemukan di tempat tersebut."Kami kaget karena tak mengira menjadi tempat produksi shabu-shabu. Dalam seharinya para penghuni rumah bersikap biasa seperti warga lain. Namun, sering sekali rumah itu didatangi orang untuk bertamu," jelas Mariono (45), salah satu tetangga kepada detiksurabaya.com, di lokasi, Jumat (13/2/2009).Selama menghuni di rumah tersebut, warga mengaku kurang mengenal dengan mereka."Kami jarang sekali bertemu untuk menyempatkan ngobrol. Mereka jarang keluar karena sering ada tamu. Terkadang bawa mobil atau motor, itu tiap hari mulai pagi, siang, hingga malam," ungkap Mariono.Hal senada juga diungkapkan oleh Eril (25), anak perempuan Mariono. Kabar terakhir dia mengetahui jika istri dan tiga anak Ng meninggalkan rumah, Kamis (13/2/2009) malam."Katanya saudaranya ada yang meninggal," tutur gadis berambut sebahu ini kepada detiksurabaya.com ditemui di teras rumahnya.Sementara kedatangan puluhan polisi berseragam dan berbaju preman mengundang perhatian warga sekitar. Mereka ingin melihat dari dekat rumah yang digunakan memproduksi shabu-shabu itu."Produksi dilakukan di ruang belakang rumah," tegas Direskoba Polda Jatim Kombes Pol Erwin Siregar kepada wartawan usai penggerebekan.(fat/fat)Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Mayat Warga Keturunan Penuh Belatung Gegerkan Warga

Jumat, 13/02/2009 11:19 WIBMayat Warga Keturunan Penuh Belatung Gegerkan WargaIrwan Yulianto - detikSurabaya

Situbondo - Sesosok mayat dimakan belatung gegerkan warga Dusun Kilensari Selatan, Desa Kilensari Kecamatan Panarukan, Situbondo.Mayat diketahui bernama Suryadi alias Lim Kim Kuan (76) salah satu warga keturunan, diduga menjadi korban pembunuhan. Ini diperkuat dengan beberapa luka bacok di sekujur tubuh korban, kedua tangan terikat dan mulut disumpat kain.Mayat itu ditemukan pertama kali oleh Rudi keponakan korban, yang curiga pamannya sudah sejak 2 hari lalu tak terlihat."Biasanya dia kalau beli makan ke luar, ini kok susdah beberapa hari gak terlihat, makanya saya cek," kata Rudi kepada detiksurabaya.com di lokasi, Jumat (13/2/2009).Sementara dari hasil olah TKP tim indentifikasi Polres Situbondo menyimpulkan jika korban tewas karena dibunuh. Diperkirakan korban 2 hari lalu setelah melihat sekujur tubuhnya sudah dimakan belatung.Kini mayat korban dibawa ke RSUD Situbondo untuk diotopsi. Sementara dari hasil olah TKP polisi tidak menemukan barang bukti atapun petunjuk lain. Hanya saja diperkirkan pelaku masuk ke rumah korban dari atap rumah bagian belakang, selain itu pelaku juga diperkirakan lebih dari satu orang."Korban ini memang tinggal sendirian di rumahnya, sedangkan anaknya berada di luar kota semua. Jadi baru diketahui setelah beberapa hari ini, tapi kita akan bekerja ekstra keras untuk mengungkap kasus pembunuhan keji ini," tandas Kapolsek Panarukan AKP Supadi di lokasi.(fat/fat)Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Batu Petir Milik Warga Banyuwangi Tunjukkan Keajaiban


Jumat, 13/02/2009 14:58 WIBBatu Petir Milik Warga Banyuwangi Tunjukkan KeajaibanIrul Hamdani - detikSurabaya
Rendaman Air Batu Petir/Irul

Banyuwangi - Setelah hampir 19 tahun hanya disimpan, batu yang diyakini berasal dari sambaran petir milik Achmad Ikhsannuddin (32), warga Dusun Kebondalem Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, menunjukkan khasiatnya.Khasiat batu petir yang ditemukan pada tahun 1990 silam itu, mulai dirasakan pria yang akrab dipanggil Cak Mad saat dicoba untuk mengobati kelainan pada kedua matanya.Cara pengobatan yang dilakukannya pun mirip dengan apa yang dilakukan dukun cilik Ponari di Jombang. Batu petir itu direndam dalam air berwadah mangkok. Namun, Cak Mad memilih hari untuk memulai merendam batu petir miliknya.Cak Mad mulai merendam batu petirnya di malam Jumat, karena malam itu adalah malam Mustajabah, atau hari yang baik untuk melakukan sebuah hajat."Saya rendam mulai pukul 20.00 WIB (Kamis malam, red), hingga pukul 04.00 WIB saat salat subuh," jelas Cak Mad, saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya yang berada di pinggiran lereng Gunung Srawet, Jumat (13/2/2009) siang.Setelah meminum dan mengoleskan air rendaman batu petir ke kedua matanya, Cak Mad mengaku mulai merasakan ada khasiat. Kedua matanya yang buta sejak 1999, kini mulai dapat dibuka tutup. Bahkan yang menakjubkan, mulai nampak titik-titik cahaya di penglihatannya."Alhamdulillah, lantaran air rendaman batu petir kini rasanya mata saya enteng dan terlihat ada titik-titik cahaya meski itu masih menyebar," ungkap Cak Mad ramah sambil mengucapkan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa.Pria yang gagal kuliah lantaran kelainan pada keduanya matanya tersebut berjanji, jika nanti terapi batu petir tersebut terbukti dapat menyembuhkan matanya, maka dia akan senang hati akan membantu sesama."Semoga batu petir ini menjadi sarana penyembuhan dari Allah SWT untuk yang membutuhkannya," harapnya.Batu petir milik Cak Mad itu didapatkannya di bawah pohon kelapa yang tersambar petir, tak jauh dari rumahnya sekitar pertengahan tahun 1990 lalu.Selain pernah dipakai untuk mengobati tetangganya yang sakit panas, batu petir misterius itu juga pernah menyembuhkan kakak kandung Cak Mad sendiri yang terserang Stroke.(bdh/bdh)Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Air Rendaman Batu Petir Sebarkan Bau Harum


Jumat, 13/02/2009 16:24 WIBAir Rendaman Batu Petir Sebarkan Bau HarumIrul Hamdani - detikSurabaya
Rendaman Air Batu Petir/Irul Hamdani

Banyuwangi - Ada yang unik sekaligus aneh dari air rendaman batu petir milik Achmad Ikhsannuddin (32) alias Cak Mad, warga Dusun Kebondalem, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Air yang direndam batu itu bisa berubah menjadi harum.Percaya atau tidak, itulah yang terjadi pada air rendaman batu petir tersebut. Air yang ditaruh di mangkok oleh Cak Mad, dan di dalamnya ditaruh batu petir miliknya berubah menjadi harum.Menurut Cak Mad, perubahan pada air rendaman itu baru disadarinya saat akan meminum air rendaman tersebut untuk terapi pengobatan pada kedua matanya. Air rendaman tersebut mulai harum setelah batu petir 8 jam direndam."Jika sebentar tidak harum. Tapi jika lama direndam baunya kentara banget. Dan rasanya mirip air zam-zam," jelas Cak Mad, saat ditemui detiksurabaya.com dirumahnya, Jumat (13/2/2009).Meski begitu, Cak Mad menolak jika hal itu dihubungkan dengan hal yang berbau mistis atau klenik. Sebab, segala sesuatu yang terlihat sebenarnya dapat dilogikakan.Seperti diberitakan sebelumnya, batu petir milik Cak Mad itu didapatkannya di bawah pohon kelapa yang tersambar petir, tak jauh dari rumahnya sekitar pertengahan tahun 1990 lalu.Selain pernah dipakai untuk mengobati tetangganya yang sakit panas, batu petir misterius itu juga pernah digunakan untuk menyembuhkan kakak kandung Cak Mad yang terserang Stroke.(bdh/bdh)Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Pemilik Batu Petir Banyuwangi Mulai Didatangi Warga


Jumat, 13/02/2009 18:06 WIBPemilik Batu Petir Banyuwangi Mulai Didatangi WargaIrul Hamdani - detikSurabaya
Batu Petir Milik Cak Mad Banywangi/Irul

Banyuwangi - Setelah kabar tersiar, rumah Achmad Ikhsannuddin (32), pemilik batu petir di Dusun Kebondalem RT 2/1, Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, mulai didatangi orang yang meminta air rendaman batu petir tersebut.Namun, warga yang datang tak sebanyak pasien dukun cilik, Ponari, yang mencapai ribuan. Rumah Achmad hanya beberapa orang yang silih berganti datangi sejak, Jumat (13/2/2009) pagi.Kebanyakan warga yang datang tersebut, para tetangga Achmad sendiri atau warga dari Desa tetangga. Rata-rata mereka mengharap air rendaman batu petir yang sebenarnya dipergunakan secara pribadi oleh Achmad, untuk mengobati kedua matanya yang mengalami kebutaan 10 tahun lalu.Kendati demikian, Achmad tak segan-segan membagi air rendaman batu petir ke warga yang meminta. Seperti saat Mugi (38), salah seorang tetangganya, meminta air rendaman batu petir untuk mengobati penyakit asma menahunnya.Dengan suka cita, Achmad membagi air rendaman tersebut tanpa meminta imbalan sepeser pun. Namun, Achmad berpesan pada tetangganya itu untuk tetap meminta kesembuhan pada Tuhan Yang Maha Kuasa."Batu petir itu hanya sarana, medianya air. Silahkan ambil sendiri tapi ingat semua itu karena Allah semata," pesan Achmad pada Mugi, disela wawancara dengan detiksurabaya.com di rumahnya.Selain Mugi, berikutnya ada seorang warga yang mengaku bernama Harsis, berasal dari Dusun Ngadirejo Desa Bulurejo Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. Niat kedatangannnya tak jauh berbeda dengan Mugi. Untuk meminta air rendaman guna menyembuhkan sakit batuk yang diderita seorang keluarganya.Achmad atau akrab dipanggil Cak Mad ini, mengaku, siap jika nantinya banyak orang yang datang ke rumahnya untuk meminta tolong. Namun hal itu akan dilakukan setelah batu petir miliknya terbukti mampu untuk menyembuhkan kedua matanya.(bdh/bdh)Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Selasa, 10 Februari 2009

Kelud Masih Dipadati Wisatawan




wisatawan datang untuk melihat secara langsung kubah lava Gunung Kelud (Foto: Samsul Hadi)
07/02/2009 15:03Kelud Masih Dipadati WisatawanFotografer - PoolGunung Kelud di Kediri masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Masyarakat tetap memadati lokasi wisata ini meski sempat dikabarkan muncul gas beracun dari anak Gunung Kelud, Sabtu (7/2).

Antrean Pasien Dukun Cilik Sakti


Pasien dari berbagai daerah di Jatim tetap menunggu di depan rumah Ponari meski praktek pengobatan dihentikan
10/02/2009 15:24Antrean Pasien Dukun Cilik SaktiFotografer - Zainal Effendi Meski praktek pengobatan dukun cilik sakti telah dihentikan oleh polisi Jombang, namun masyarakat tetap memadati halaman rumah Ponari, Selasa (10/2). Mereka rela menunggu agar bisa diobati.